Home Pola Pikir Perbedaan Pola Pikir antara Orang Biasa dan Orang Sukses

Perbedaan Pola Pikir antara Orang Biasa dan Orang Sukses

13

| Dikirim pada: 04-03-2013 | Kategori: Pola Pikir | ilustrasi: artM | tema: Pola Pikir Orang Sukses
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

pola-pikir-orang-sukses

Perbedaan Pola Pikir – Seorang penulis buku bernama Steve Siebold menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan pola pikir di antara masyarakat kaya dan masyarakat yang tergolong biasa dalam hal memandang uang. Ketika banyak orang beranggapan bahwa uang merupakan akar dari malapetaka, orang-orang kaya justru menganggap bahwa uang adalah suatu kemerdekaan serta kesempatan. Selain itu, masih banyak lagi perbedaan cara berpikir pada kedua kalangan masyarakat ini, 5 di antaranya adalah sebagai berikut.

Melihat Perbedaan di Antara Pola Pikir Orang Sukses dengan Kalangan Biasa

  • Emosional dan Logika
    Hal dasar yang membedakan kedua kalangan ini dalam masalah keuangan adalah cara memandangnya. Cara orang kaya memandang uang adalah menggunakan logika, sedangkan orang biasa memandangnya secara emosional. Kita dapat melihat sendiri bahwa ketika masyarakat biasa yang meskipun sudah berpendidikan dihadapkan dengan uang, maka mereka akan sangat perhitungan. Ya, mereka sangat berpikir kritis dalam menggunakannya. Sedangkan. bagaimana dengan orang kaya? Mereka menggunakan logika dan tidak terlalu khawatir akan kehilangan uang. Sebaliknya, mereka bernalar bahwa uang yang digunakan tersebut justru dapat memberikan keuntungan sehingga pendapatan semakin banyak di hari selanjutnya. Ya, mereka menganggapkan sebagai suatu investasi.
  • Tabungan dan Pendapatan
    Orang kaya bukannya tidak berpikir untuk menabung atau tidak memiliki tabungan. Tetapi, mereka tidak berfokus terhadap hal tersebut. Mereka lebih mengutamakan cara untuk meningkatkan pendapatan. Dengan demikian, secara otomatis, uang yang bisa mereka tabung tentu semakin besar jumlahnya. Namun, bagaimana cara berpikir orang biasa mengenai hal ini? Mereka terlalu berharap pada tabungan untuk menjadi kaya. Misalnya, mereka menggunakan sebagian pendapatan bulanan mereka untuk ditabung sehingga pada akhir tahun, mereka akan memiliki banyak uang. Tetapi, mereka sebenarnya tidak akan menjadi kaya karena pendapatan mereka tidak bertambah. Suatu saat, mereka bisa saja akan kekurangan uang juga pada akhirnya.
  • Pengaruh Keinginan
    Memang, kita sering melihat bahwa orang-orang terkaya pada umumnya melakukan perjalanan keliling dunia menggunakan pesawat jet pribadi. Apa sebenarnya fakta di balik kekayaan mereka? Naomi Judd menjelaskan bahwa dia menjadi kaya karena tidak menghamburkan uangnya. Ya, semulanya hidupnya juga tidak mewah, tidak memiliki perhiasan mahal, apalagi desainer pribadi. Namun, setelahnya, kekayaannya selalu bertambah dari demi hari. Orang kaya bertekad bahwa ketika mereka sukses, mereka juga akan menikmati kerja keras mereka. Semuanya akan terbayar lunas ketika mereka menjadi bebas dan tidak menjadi budak bagi orang lain. Orang biasa umumnya terlalu cepat bersenang-senang yang artinya dikendalikan oleh keinginan mereka. Sehingga, mereka hanya bisa tinggal di rumah sederhana dan berjalan-jalan menggunakan mobil mereka.
  • Perbedaan Pola Pikir Tentang Wirausaha
    Perbedaan pola pikir ketiga yang diungkapkan Steve Siebold dalam bukunya adalah mengenai cara memandang wirausaha. Orang kaya lebih berusaha untuk menghasilkan berbagai ide yang dibutuhkan oleh orang lain dan memperoleh keuntungan darinya. Sedangkan, masyarakat biasa enggan mencari ide dan memilih jalan yang lebih mudah untuk mendapatkan uang, misalnya dengan bekerja sebagai karyawan. Jika ingin menambah penghasilan, mereka memilih untuk menambah jam kerja. Ya, mereka tidak ingin mengambil resiko dengan berwirausaha, bahkan berpikir bahwa kekayaan bergantung pada gelar sehingga mereka bersusah payah untuk meraih gelar setinggi-tingginya. Padahal, itulah jalan yang paling cepat dan tepat untuk menjadi kaya.
  • Target
    Orang terkaya di dunia sangat berambisi dalam mencapai target yang telah dibuat. Memiliki fokus yang tinggi terhadap bisnis dan uang mereka, sampai-sampai berpikir bahwa target itu seperti hidup dan mati. Tetapi, orang biasa pada umumnya tidak sebegitu ambisius dalam hal target. Memang, mereka mencoba meraihnya namun tidak terlalu fokus dan bahkan bersantai-santai. Perbedaan pola pikir dalam bidang ini tentu sudah jelas terlihat. Orang kaya berupaya keras mencapai target dalam waktu yang sudah ditentukan sehingga dapat meraih impian mereka dalam waktu singkat, sedangkan orang biasa sangat sulit untuk menjadi kaya apalagi dalam waktu cepat.

Perbedaan pola pikir di atas hendaknya juga menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua. Bagi Anda yang ingin menjadi kaya, milikilah pola pikir orang sukses. Ubah cara berpikir Anda dari sekarang, dan raih kesuksesan Anda segera!

Komentar (13)

Org menjadi kya krna pnya kesmpatan dn moment yg pas,

Kesempatan sebesar apapun tidak akan berpengaruh kalau kita tidak terbiasa / berani mengambil kesempatan apapun dengan resiko bagaimanapun. Banyak orang2 kaya dunia, rata2 saya perhatikan jalan hidupnya selalu berani mengambil resiko, meski di awal sering jatuh bangun, krn sudah terbiasa mengambil kesempatan yang ada di depan mata, maka tidak akan ada kesempatan yang dibiarkan lewat.

Semoga bermanfaat.

Mantab! Jawaban Admin sy suka :-)

sebenarnya tidak semua orang bisa kaya sebab itulah hukum tuhan…

Orang kaya sejati tidak takut gagal, tidak takut miskin, dan tidak pelit :)

kamu sudah kaya apa belum?

Itu termasuk salah satu penghalang besar buat banyak orang. Kita harus selalu mengkonfirmasi apakah orang yang memberikan sebuah informasi itu sudah melakukannya atau belum, sehingga kita selalu terbiasa dengan itu yang pada akhirnya kita tidak akan pernah percaya pada siapapun.

Buat saya kaya itu relatif, tidak seorang pun bisa mendefinisikannya dengan tepat. Menurut anda, kalau sudah punya rumah seluas 1 Hektar lebih, mobil bagus, uang di rekening minimal Rp. 1 milyar, Apakah itu sudah cukup dianggap kaya?

Buat sebagian orang itu belum apa2, namun buat sebagian lain itu sudah kaya raya. Sekarang keputusan ada di tangan anda, saya hanya bisa memberikan sedikit informasi saja. Saya sendiri malu apabila dikatakan kaya, karena harta yang dititipkan kepada saya adalah hartanya Tuhan bukan harta saya.

bettull…!

menurut saya persentase keberhasilan orang menjadi orang kaya adalah yang dilahirkan dari orang tua yang kaya. karena dari orang tua yang kaya akan mampu memilihkan pendidikan terbaik dari kecil sampai kuliah yang akan membentuk pola pikir mereka lebih cerdas dari orang yang erpendidikan biasa2 saja. karena dari kecil orang tua sudah kaya maka dia tidak perlu kuatir dengan jenjang pendidikan, kursus2, buku2 dan sebagainya. akhirnya ketika inggin memulai karier atau usaha dia tidak akan merasa sangat kesulitan karena modal pikiran cerdas dan mungkin uang sudah ada ditanggan. lambat laun kekayaan akan datang secara turun-temurun
untuk yang lain yang orang dari keluarga yang biasa-biasa maka faktor keberuntungan harus besar untuk bisa menjadi orang kaya.

Saya kurang sependapat dengan anda. Tuhan telah mendelegasikan kesuksesan kita kepada diri kita sendiri, yang artinya kita semua punya hak untuk sukses, terlepas dari golongan mampu atau tidak. Banyak sekali orang yang terlahir miskin namun punya tekat yang kuat sehingga mempelajari pola pikir orang-orang sukses, apalagi sekarang zaman Internet sehingga tidak perlu orang yang kaya untuk mengakses informasi dari internet sehingga hal tersebut membuka peluang besar pada siapa pun untuk bisa menjadi lebih kaya. Orang tua yang kaya biasanya memang memberikan lebih kepada anaknya berbagai pendidikan baik formal maupun non formal supaya anaknya dapat mengikuti jejak orang tua nya dan tidak susah di kemudian hari, namun tidak sedikit anak-anak orang kaya yang memiliki pola pikir yang keliru sehingga di masa dewasa nya menjadi orang miskin.

Mohon jangan terbelenggu dengan golongan, karena itu juga akan membelenggu pikiran kita. Kita semua pantas sukses dan pantas kaya.

Saya juga setuju dengan anda, admin. Kalau kita amati, justru banyak generasi pertama dan kedua dari keturunan orang-orang kaya tapi kekayaannya beda jauh dengan ortu atau kakek/nenek mereka. Salah satu penyebabnya adalah mereka terlalu dibiasakan hidup nyaman & tidak pernah prihatin. Mereka memang diwarisi kekayaan dan gaya hidup nyaman. Tapi ketika mereka tidak bisa mengembangkan kekayaan tsb, lama2 kekayaan tsb akan habis. Lain cerita kalau si ortu kaya sukses juga mewariskan pola pikir sukses dan kemampuan mengembangkan kekayaannya kepada keturunannya.

Terima kasih untuk artikelnya.

Berani mengambil keputusan, mulai dari yg kecil, sekarang juga dan tetap bertahan dalam segala keadaan, jangan cepat berpuas diri, jangan beli kesenanganmu sekarang tapi biarkan uang mu bekerja membeli kesenanganmu diikemudian hari. ORANG KAYA MEMBELI BARANG DAN KESENANGAN BELAKANGAN SEMENTARA ORANG MISKIN MEMBELINYA DIDEPAN>>>>>>>>>

kekayaanku sudah minus semua bermilyaran karena tidak barakah dulunya sekarang aku ke singapur mulai dari nol…

Komentar anda

Komentar Anda untuk
Perbedaan Pola Pikir antara Orang Biasa dan Orang Sukses