Home Investasi Sejarah Mata Uang Dinar dan Nilainya

Sejarah Mata Uang Dinar dan Nilainya

0

| Dikirim pada: 26-01-2013 | Kategori: Investasi | ilustrasi: fisherbray | tema: Uang Dinar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

mata-uang-dinar

Uang Dinar – Kebanyakan dari kita pasti sudah mengenal mata uang ini. Namun, belum tentu kita juga mengetahui mengenai sejarah dari uang dinar dari zaman dahulu hingga sekarang ini. Mari kita simak perjalanan sejarah dari dinar dan nilainya baik pada masa dulu maupun masa sekarang ini.

Sejarah Mata Uang Dinar

Mata uang ini sebenarnya sudah sejak lama digunakan sebagai alat tukar dalam kehidupan sehari-hari. Mata uang ini bahkan sudah terdapat pada zaman Rasulullah dulu kala. Ya, awal mula kemunculan mata uang dinar adalah pada masa pemerintahan raja Dinarius terhadap bangsa Romawi. Penggunaan uang dinar oleh bangsa Romawi berlanjut hingga zaman Rasulullah SAW. Uang dinar sangat bermanfaat pada masyarakat kala itu karena bentuknya dipakai sebagai penyimpan harta kekayaan. Nilai dari mata uang dinar sendiri kelihatannya cukup stabil. Pada zaman dahulu, satu dinar disetarakan dengan 10 dirham. Dengan memiliki satu dinar, seseorang tersebut dapat memperoleh satu ekor kambing ataupun lembu yang gemuk dan sehat. Nah, pada masa sekarang, satu dinar tetap bernilai dalam membeli seekor kambing atau lembu yang sehat sebagai hewan kurban. Berdasarkan penjelasan tersebut, fungsi uang dinar dikategorikan ke dalam tiga hal. Pertama, untuk menyimpan harta kekayaan. Kedua, sebagai alat tukar. Dan, ketiga adalah untuk mengukur kekayaan seseorang. Ketiga fungsi tersebut menjadikan mata uang ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Bagaimana dengan laju pergerakan nilainya? Keseimbangan nilai dari uang dinar dapat terjelaskan melalui perbandingan dengan bentuk mata uang lain berikut ini.

Keseimbangan Nilai Uang Dinar

Uang dinar memiliki keseimbangan dari segi nilainya. Berbeda dengan bentuk mata uang lainnya yang dinilai kurang efektif untuk digunakan sebagai uang. Ya, saat ini banyak sekali komunitas yang melakukan gerakan untuk mengajak para masyarakat menggunakan bentuk uang dinar. Bahkan, terdapat banyak literatur maupun buku di berbagai toko yang mengulas akan kelebihan dari penggunaan uang dinar dibandingkan dengan uang lain. Apakah yang menjadi alasan dalam memotivasi gerakan dan buku tersebut?

Sebaliknya dari uang dinar, banyak negara yang memakai uang fiat. Jenis ini merupakan uang di mana nilai nominal yang tertera memiliki nilai yang lebih besar dari nilai intrinsiknya. Salah satu contohnya adalah penggunaan uang kertas. Hal ini dibuktikan oleh pembuatan uang kertas yang tidak didasarkan oleh sektor riil, misalnya dengan emas. Ya, selisih antara nilai intrinsik dan nilai nominalnya menjadi keuntungan bagi pencetak yang disebut sebagai seigniorage. Mengapa jenis uang ini tidak efektif? Tentu, uang seperti ini tidak bisa digunakan sebagai alat penyimpan kekayaan karena nilainya tidak stabil mengingat pembuatannya tidak dibackup dengan emas. Padahal, nilai emas berpengaruh sebagai patokan dalam mengukur kekayaan. Sedangkan, nilai uang fiat dapat menurun akibat inflasi sehingga jumlah kekayaan kita juga ikut serta berkurang nilainya.

Ya, fakta tersebut tidak terjadi pada mata uang dinar. Penggunaan dinar dapat menjauhkan Anda dari dampak inflasi. Sudah banyak daerah yang memakai uang dinar pada banyak transaksi yang mereka lakukan baik itu antar penduduk setempat atau juga antar daerah. Fungsi dan nilai uang dinar yang bertahan sejak zaman dahulu hingga sekarang merupakan fakta penting yang hendaknya mendorong banyak negara untuk kembali memaksimalkan penggunaan uang dinar. Kalau begitu, apakah fakta tersebut juga memotivasi Anda untuk menyimpan kekayaan atau berinvestasi dengan uang dinar?

Komentar anda

Komentar Anda untuk
Sejarah Mata Uang Dinar dan Nilainya